Thursday, November 15

OUR PARENTS

Talk about our parents, I think this is the time for them to have some holiday, mengingat usia mereka yg sudah cukup tua.
Jangan bekerja terlalu keras lagi, jangan tunggu sampai sakit menyerang, atau menunggu sampai kaki sudah tidak kuat berjalan lagi. Saat itu walaupun bisa keliling dunia, pasti sudah tidak enjoy lagi.
One of my friends, her father was died, and she realized that, if u dies, u will not carry anything, not even your money, no matter how rich you are. And since that, she is very enjoy her life, what is most important is your HEALTH, if you have some money, don’t too save it, use it for holiday or for fun. I think that is what we called happiness. We don’t know either, how long we could live?
Jangan terlalu berfikir mencari uang untuk anak2 yang sudah bekerja, apalagi yang sudah menikah, mereka punya jalan yg lebih panjang untuk bisa mencari penghasilan. Buat kita2 yang sudah berkeluarga juga, coba pikirkan orang tua kita, jangan hanya berpikir untuk kitaaa saja, ingat sudah puluhan tahun, orang tua kita selalu menomorsatukan kita, karena itu sudah saatnya mereka dinomorsatukan oleh kita, kalau tunggu kita kaya, keburu mereka sakit, rematik, dll.jangan sampai , uang yg kita simpan2 ternyata hanya untuk mengobati sakitnya, bukan menyenangkan hati mereka untuk have fun. Gue juga baru menyadari ini saat gue udah berkeluarga, sebelumnya, honestly “I only think of my self.”
well, one of my relation, punya anak banyak, semuanya di LN, mereka hanya berdua saja, kalau kumpul2, saudara yg lain lengkap dengan anak2nya, mereka hanya berduaaa saja, kasian liatnya, menurut gue, mereka dah cukup tua (over 50) untuk berduaan, udah saatnya, anak2nya itu pulang dan menemani mereka, coba hitung berapa tahun lagi sich, mereka bisa hidup sehat? Jangan sampai kita egois terhadap orang tua kita sendiri. Kita enak2 di LN, excited about our career, our family, our needs. Sementara our parents worry about their Childs, don’t want to go back to Indonesia, they feel lonely, and they feel their life is mean less.
Sudah saatnya kalian memperhatikan orang tua kalian, jgn sampai sudah sakit, sekarat, baru berpikir untuk pulang, untuk apa?.padahal mereka selalu bangga akan anak2 mereka, tanpa berpikir tentang mereka yg masih bekerja keras, gue berpikir, what is for their money? I think they have enough. For invest? Or for buying gold? What for? For their Childs? I think this is the only reason, why they keep work so hard, do their children think about this?, I worry if their children just think about them self ( how they can reach their dream not their parents dream.)
Sering banget gue denger, anak yg telah kehilangan their parents said “too bad, my parents never go to china, or Thailand or somewhere that they dream of.” , kenapa kata2 ini baru keluar saat mereka da gak ada? Makanya kalau ada rezeki, walaupun sedikit, why don’t we share this for our parents that always give everything to us till today?

2 comments:

Anonymous said...

“Jangan terlalu berfikir mencari uang untuk anak2 yang sudah bekerja, apalagi yang sudah menikah, mereka punya jalan yg lebih panjang untuk bisa mencari penghasilan. Buat kita2 yang sudah berkeluarga juga, coba pikirkan orang tua kita, jangan hanya berpikir untuk kitaaa saja, ingat sudah puluhan tahun, orang tua kita selalu menomorsatukan kita, karena itu sudah saatnya mereka dinomorsatukan oleh kita”

Kata-kata di atas bener Jun…
Kalau dipikir mana pernah keluar dari mulut orangtua minta ini itu yang buat kita pusing, malah kalau bisa selamanya bantu anak, ampe mereka lupa buat nikmati hidup mereka sendiri.

Mimpi yang paling buat semangat adalah mimpi yang berkaitan dengan orang yang kita cintai..kalau gua krn msh single mimpi gua masih berkaitan sama orangtua, adik-adik…kalau udah mulai turun semangat untuk prospek ingat muka mereka dan perjuangan orangtua dulu langsung jadi semangat lagi :)

Jalanin semuanya juga engga boleh ada beban dan engga rela karena bawaanya jadi engga happy..padahal mana ada orangtua yang mau bebanin anak-anaknya.

PrinCess JuJuL said...

Tau ngk kenapa ortu kita selalu memikirkan anak2 nya walaupun mereka semua udah married udah besar? karena di mata mereka, kita selalu akan menjadi anak mereka. Kemarin bokap tanya gua, nanti kita pindah rumah baru, gua akan tetap tingal ama dia apa ngk? Tanpa mikir lagi, gua langsung bilang TIDAK. Tapi setelah ituh gua ada berasa nyesal mengeluarkan kata-kata tadi,walau gimanapun suatu hari toh gua tidak bisa selalu tinggal satu atap dengan dia. Inilah susah jadi anak cewek satu-satu nya...kita paling tidak tenang meningalkan ortu..iyah kan