Saturday, September 8

Children World

Yesterday, I was gone to my sister’s school,(she is in primary 1) for Parents meeting.
The teachers and the parents(just 5 parents came), talking about their child, start from homework until the child’s attitude. waktu lagi rapat itu, salah satu anak (6 years old,boy) lihat mamanya ada dikelasnya dan langsung blg “ mommy!,” and he hugs his mom,sambil mengosok-gosokan pipinya ke pi2 mamanya, manjaaaa banget, tapi seneng liatnya, I was imagine when Daven growth later, he will doing the same thing to me hehehehehe.

Talking about my little sis, Janice. She was very happy to see me in her class, she kissed me and shows me what she was done in the class. I felt a little bit pity for her for being primary, as she was being pampered (dimanjakan) when she was in k1-k3.Now in primary she had to independent, study more seriously and get not so much attention from her teacher. I always pray, wish she could adapt with her class now. I realize that her face look not happy when she is in the class and recently after i merid she is very easy to get sick. As I seldom to talk or play with her now, I am worry that she is not happy. I realize that I love her so much…..

Oh yach. One of the parents was complaining about his son(Korean) that so much like to speak “ STUPID!” and her son said “ I like when people call me stupid, “ her mom said “ hah?!! Why? Do you know that stupid is a bad word?” son said “I know! But it sound funny “Stu….pid!!!” hahaha”. And tau gak, dia namain anjingnya “ stupid” hihihihi. Anak ini tau stupid itu kata yg buruk, tapi sebenarnya dia gak tau artinya apa. Polos amat yach anak2?!.
Di rapat kemarin semua parents juga complain about their child yg kalo ditanya “what r u doing in the school today?”, “do you do math today?” “Do you do science,etc, today?” and their child will answering them “ NOTHING! ”, “ DON’T KNOW”, or “ NO! ”, so the parents was wondering “ loh? Jadi anak gue gak belajar apa-apa di sekolah? “ . akhirnya salah satu dari parents ada yg cerita, waktu dia kecil dulu, kalo pulang dari sekolah pasti juga ditanyain sama parent nya “what r u doing in the school today?”, “ do you do math today?” “do you do science, etc, today?”, and she was answered the same word “ nothing! “ for the child, they not happy when we ask them about their school, for them “ it is not ur business, it is my business “, mereka merasa di introgasi kalo di tanya2 soal sekolah, for them, after spending time so long (8 am-2.30 pm) in the school, it was so frustrating, so they don’t want to hear about school anymore in the home. How about “ do you do math today?” “Do you do science, etc, today?” they actually do learn math, science, language, etc. but they don’t know, they learnt, they just know the numbers for the math, they don’t understand what is math?. tapi emank nyatanya mereka bisa hitung2an dan mereka ngerti bagaimana cartepilar tumbuh jadi kupu2, bagaimana gunung bisa meletus, bagaimana mimosa plant(daun putrimalu) bisa tutup saat tersentuh.What do u thing???? I think its right, I was same too when I was child. Do you?

And we talk about Montessori System, “Montessori give independent to children to choose what they want to do” , misalnya si anak hari ini gak suka dengan science, mereka dibolehkan gak belajar science, atau mereka suka banget math, mereka dibolehkan belajar math sepanjang hari.tapi ada target, so in the end they have to finish their lesson, like it or not. Atau misalkan di pelajaran science, si anak gak suka chapter 3, mereka diperbolehkan skip chapter ke chapter yg mereka suka, tapi tetep pada akhirnya semua chapter harus mereka habiskan dalam jangka waktu tertentu. Gue setuju juga ama yg satu ini, kenapa? Karena gue setuju dengan pendapat kalo penulis/pengarang buku pelajara, banyak yg sebenernya not understand about children atau gak punya basic tentang pendidikan anak2,tentang cara berpikir mereka, tentang cara anak2 memahami ilmu pengetahuan itu. Mereka Cuma tau tentang ilmu pengetahuan yg mereka nulis.. gue juga suka dengan cara mereka membuat anak2 mau belajar pelajaran yg gak mereka suka. Misalnya anak A gak suka pelajaran Math, tapi dia suka sekali ama rabbit, her pet. the teacher will ask her, “ what your rabbit like to eat?”, “ carrot!”, “ how many carrot your rabbit eat each day? “, “ do u know how much does it cost for carrot in 1 kg?” “ so how much does it cost for 1 carrot?” “ how much you should spent your money for one month? “ dengan cara ini si anak, tanpa sadar doing math, right? . I like this way. Hehe.
Banyak orang gak ngerti arti independent di sini. Jadi sebenarnya independent is independent with responsible. jadi, anak2, harus diliat, bisa gak anak ini diberi kepercayaan dan kebebasan. Di Montessori anak2 dididik untuk bertanggung jawab atas kebebasan yang pilihnya dan bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan. Gue seneng banget ama yg satu ini,karena gue salut sama remaja2 yg diberi kebebasan, tapi gak rusak, dan orang tua mereka percaya sama mereka dan mereka juga sangat menghormati kepercayaan yg sudah diberikan. Gue melihat mereka sangat bahagia, mereka success in business and so talented in their job.gak kayak kita2 yg biasanya di kekang ortu atau yg di kasih bebas tapi ancur. Tapi parents di sini apalagi Chinese, susah banget kasih kebebasan dan kepercayaan ke anaknya even though their child is old enough hahahaha.

Gue pernah baca buku TOTO CHAN, dengan baca buku ini, kita diajarin cara berpikir anak2, so amazing!, the way how children thinking is so amazing. I buku ini ternyata kepala sekolahnya menerapkan system Montessori jauh sebelum Montessori itu ada. Anak2 gak mesti belajar dikelas setiap hari,mereka dikasih kebebasan mau duduk dimana,mau belajar apa, sejauh mereka nyaman. Dengan begitu di usia yg begitu muda, mereka sudah menampakkan bakat mereka dan juga kadang2 mereka bertamasya, dengan tamasya hanya berjalan2 santai di taman, setiap anak masing2 tertarik dengan hal yang berbeda-beda, dan bertanya dengan aktif, sedang yg lain mendengar penjelasan gurunya. mereka tanpa sadar belajar science, mereka melihat berbagai macam daun, pohon, kupu2. guru2nya bercerita sepanjang perjalanan, dan anak2 otomatis akan sangat mengingat pelajaran itu daripada membacanya di buku pelajaran. Di akhir cerita, mereka tumbuh dewasa, sukses dan enjoy their job,walaupun ada yg gak lulus university.Hehehe gue jadi promosi buku yach ?

So, I want my sister Janice (6 years old) being like that, independent with responsible. and wish she will happy, always….

No comments: